Harga Daging Sapi di Jakarta Tembus Rp150 Ribu Jelang Ramadan, Pemprov DKI Gelar Pasar Murah
ilustrasi daging sapi.-dok. istimewa-
bogor.disway.id - Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pasokan daging sapi di pasar tradisional Jakarta mulai mengetat. Lonjakan permintaan tidak sebanding dengan ketersediaan stok, sehingga memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
Saat ini, harga daging sapi di ibu kota berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menyebut lonjakan harga terjadi karena mahalnya harga sapi hidup di tingkat peternak yang melampaui harga acuan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Untuk menekan gejolak harga, Pemprov DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah stabilisasi. Salah satunya dengan memastikan Rumah Potong Hewan (RPH) tetap beroperasi normal tanpa biaya tambahan pemeriksaan.
Selain itu, melalui Perumda Dharma Jaya, pemerintah daerah menyalurkan sapi hidup dengan harga sekitar Rp54 ribu per kilogram berat hidup.
Pemprov DKI juga menyalurkan daging sapi bersubsidi seharga Rp35 ribu per kilogram kepada sekitar satu juta warga penerima manfaat.
Program Gerakan Pasar Murah pun digencarkan lewat BUMD, dengan harga daging sapi di kisaran Rp109 ribu hingga Rp139 ribu per kilogram di berbagai titik.
Hasudungan menambahkan, pemerintah pusat telah menyepakati penurunan harga sapi hidup menjadi Rp55 ribu per kilogram sejak 22 Januari. Ia optimistis harga daging sapi akan kembali stabil dalam waktu dekat, khususnya menjelang Lebaran.
Pedagang Tetap Bertahan
Kenaikan harga daging sapi juga dirasakan pelaku usaha kuliner. Salah satunya pedagang bakso di Meruya, Jakarta Barat, yang tetap berjualan meski margin keuntungan menipis.
“Harga daging naik, tapi kami tetap jualan. Harga bakso masih Rp16 ribu per mangkuk,” ujarnya.
Ia memilih tidak menaikkan harga demi menjaga pelanggan tetap loyal.
Warteg Relatif Tidak Terdampak
Sementara itu, Warteg Sedayu Bahari di Petamburan, Jakarta Pusat, mengaku tidak terlalu terpengaruh. Dari 17 cabang, hanya satu yang menjual menu berbahan sapi, yakni sop iga.
Meski harga daging naik, menu tersebut tetap laris, terutama saat musim hujan karena banyak pelanggan mencari makanan berkuah.
Sumber: