Internet Rakyat Rp100 Ribu Gegerkan Industri, Operator Besar Pilih Diam

Internet Rakyat Rp100 Ribu Gegerkan Industri, Operator Besar Pilih Diam

ilustrasi jaringan internet.-dok. istimewa-

BOGOR.DISWAY.ID - Dunia internet nasional tengah riuh. Bukan karena drama content creator, melainkan karena satu angka yang bikin kaget: Rp100 ribu per bulan untuk kecepatan 100 Mbps. Program bernama Internet Rakyat ini resmi diluncurkan pada era Presiden Prabowo Subianto, November 2025.

Mengandalkan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA), layanan ini dikelola PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama, berkolaborasi dengan Orex SAI. Tanpa kabel fiber, internet dikirim lewat sinyal 5G langsung ke rumah pengguna.

Respons publik jelas positif. Harga murah, kecepatan tinggi, dan unlimited jadi kombinasi yang selama ini hanya mimpi. Namun, di balik euforia, muncul pemandangan menarik: operator besar justru irit bicara.

Indosat Ooredoo Hutchison hanya memberi jawaban singkat saat dimintai tanggapan. Telkomsel pun belum menunjukkan sikap terbuka. Diamnya para raksasa ini memunculkan spekulasi: sedang menghitung ulang bisnis, atau menyiapkan serangan balik?

Pengamat telekomunikasi Kamilov Sagala mengingatkan tantangan besar di balik tarif murah. Biaya spektrum frekuensi disebut bisa mencapai Rp400 miliar per tahun. Dengan beban sebesar itu, keberlanjutan bisnis internet Rp100 ribu dipertanyakan.

“Ini bisa jadi strategi bakar uang di awal. Tapi rakyat butuh kepastian jangka panjang, bukan promo sementara,” ujarnya.

Dari sisi sosial, pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai Internet Rakyat berpotensi memperkecil kesenjangan akses informasi antara kaya dan miskin. Namun ia menegaskan, wilayah terpencil tetap membutuhkan infrastruktur dasar agar program ini tidak timpang.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Trubus Rahardian mengingatkan agar Internet Rakyat tidak berubah menjadi bisnis berkedok layanan publik. Ia menekankan pentingnya regulasi yang jelas, fokus pada sektor prioritas seperti sekolah dan fasilitas kesehatan, serta pengawasan ketat dari DPR.

Hingga kini, sikap wakil rakyat di Senayan pun masih sunyi. Padahal, tanpa kontrol legislatif, program sebesar ini rawan hanya menjadi proyek gemerlap di awal.

Internet Rakyat adalah pertaruhan besar. Jika dikelola konsisten dan transparan, ia bisa menjadi tonggak pemerataan digital. Jika tidak, ia hanya akan dikenang sebagai sinyal kuat yang sempat muncul—lalu hilang tanpa jejak.

Baca versi lengkapnya diliputan khusus Bisik Disway - Strategi Banting Harga ala Internet Rakyat Rp100 Ribu?

Sumber: