Flyover Margonda Resmi Dimatangkan: Solusi Macet atau Beban Anggaran?
Jalan Margonda Raya-dok. Diskominfo Kota Depok-
BOGOR.DISWAY.ID - Wacana pembangunan Flyover Margonda kembali mencuri perhatian publik setelah muncul kekhawatiran bahwa proyek ini dapat membebani keuangan daerah dan mengganggu pelayanan dasar pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Bappeda Kota Depok menegaskan bahwa proyek flyover disiapkan berdasarkan kajian teknis dan finansial yang matang.
Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis Pemkot Depok untuk mengatasi kemacetan di pusat kota.
“Proyek ini bermula dari identifikasi titik simpang dan ruas yang tingkat kepadatannya sangat tinggi,” jelas Dadang, Senin (24/11/25).
Margonda Sudah Masuk Level of Service Grade E
Menurut Dadang, kondisi lalu lintas di Jalan Margonda saat ini sudah berada pada Level of Service (LoS) Grade E, yang berarti tingkat kemacetan berat, terutama saat akhir pekan. Karena itu, pembangunan flyover dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengurangi beban kendaraan di titik-titik krusial seperti Simpang Juanda.
“Margonda sudah Grade E, hampir tidak bergerak. Salah satu opsi paling relevan untuk mereduksi kemacetan adalah flyover,” tegasnya.
Kajian teknis yang disusun Dinas Perhubungan bersama konsultan merekomendasikan pembangunan flyover arah utara–selatan, dilengkapi satu jalur tambahan menuju Jalan Juanda.
Pendanaan Dipilih dari Skema Paling Realistis
Untuk sisi pembiayaan, Pemkot Depok menimbang berbagai opsi, termasuk KPBU dan pinjaman daerah. Setelah mempertimbangkan kemampuan fiskal, pemerintah memilih menggunakan pinjaman daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan tenor lima tahun.
“Opsi ini kami ambil karena bunga relatif rendah, sekitar 5,8–6 persen, dan masih sesuai dengan kemampuan fiskal daerah,” ujar Dadang.
Ia menegaskan bahwa alokasi belanja infrastruktur dalam APBD tetap mengikuti ketentuan pemerintah pusat mengenai porsi minimal belanja pembangunan.
Proyek Hasil Kajian Jangka Panjang
Dadang menambahkan bahwa rencana pembangunan flyover ini bukan keputusan tiba-tiba, melainkan bagian dari rangkaian kajian panjang untuk menjawab kemacetan kronis di Margonda.
Sumber: