Belajar Stoicism untuk Mengurangi Stres dan Overthinking
Ilustrasi stoicism. -dok. istimewa-
Menerima bukan berarti menyerah, melainkan berhenti melawan hal yang memang tak bisa diubah. Sikap ini membantu seseorang lebih cepat bangkit dari kegagalan dan rasa kehilangan.
Manfaat Stoicism untuk Kesehatan Mental
Menerapkan Stoicism secara konsisten dapat memberikan dampak positif, seperti:
- Mengurangi overthinking dan kecemasan berlebihan
- Membantu menghadapi kritik tanpa merasa hancur
- Meningkatkan ketenangan batin
- Membantu mengambil keputusan lebih rasional
- Mengurangi tekanan sosial dan ekspektasi berlebihan
Stoicism dalam Kehidupan Sehari-hari
Stoicism bisa dipraktikkan lewat hal-hal sederhana, misalnya:
Bertanya pada diri sendiri: “Apakah ini benar-benar dalam kendaliku?”
- Tidak bereaksi impulsif terhadap situasi emosional
- Melatih rasa syukur atas hal kecil
- Menerima ketidaksempurnaan diri dan orang lain
- Menghadapi masalah dengan kepala dingin, bukan emosi
Stoicism Bukan Tentang Menjadi Dingin
Banyak yang salah paham menganggap Stoic berarti tidak peduli. Padahal, Stoicism justru mengajarkan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab moral. Kita tetap peduli, tetapi tidak membiarkan emosi negatif mengendalikan hidup.
Stoicism bukan solusi instan untuk semua masalah, tetapi sebuah kerangka berpikir yang membantu kita menjalani hidup dengan lebih tenang, sadar, dan seimbang. Di dunia yang penuh distraksi dan tekanan, Stoicism mengingatkan bahwa kedamaian sejati dimulai dari dalam diri.
Sumber: