Mengenal Gejala Burnout Emosional: Saat Tubuh dan Pikiran Tak Lagi Sejalan

Mengenal Gejala Burnout Emosional: Saat Tubuh dan Pikiran Tak Lagi Sejalan

ilustrasi burnout.-dok. istimewa-

bogor.disway.id - Pernahkah Anda merasa baru bangun tidur, namun sudah merasa lelah secara mental untuk menghadapi hari? Atau mungkin Anda merasa "mati rasa" dan tidak lagi peduli dengan pekerjaan atau hobi yang dulu Anda cintai?

Hati-hati, itu bukan sekadar lelah fisik. Itu adalah sinyal bahwa Anda mungkin sedang mengalami Emotional Burnout.

Emotional burnout adalah kondisi di mana cadangan energi emosional Anda telah habis akibat stres yang berkepanjangan. Berikut adalah tanda-tanda yang harus Anda waspadai sebelum terlambat:

1. Merasa Lelah yang Tak Kunjung Usai (Chronic Fatigue)

Berbeda dengan lelah setelah olahraga, lelah akibat burnout tidak hilang hanya dengan tidur. Anda merasa berat untuk sekadar memulai percakapan atau memikirkan tugas kecil sekalipun. Pikiran Anda terasa seperti "mesin yang kepanasan" (overheat).

2. Penurunan Empati dan Perasaan "Mati Rasa"

Salah satu ciri paling khas dari emotional burnout adalah depersonalisasi. Anda mulai merasa sinis terhadap orang lain, mudah teriritasi oleh hal-hal sepele, atau merasa jauh secara emosional dari keluarga dan teman. Anda berfungsi seperti "robot" tanpa perasaan.

3. Motivasi yang Terjun Bebas

Jika dulu Anda sangat bersemangat mengerjakan proyek baru atau membaca buku, kini hal-hal tersebut terasa seperti beban yang sangat berat. Anda mulai menunda-nunda pekerjaan (procrastination) bukan karena malas, tetapi karena tidak memiliki energi mental untuk memulainya.

4. Gangguan Tidur dan Keluhan Fisik

Stres emosional sering kali bermanifestasi ke fisik. Gejalanya bisa berupa:

  • Sakit kepala yang sering kambuh.
  • Gangguan pencernaan.
  • Jantung berdebar meski tidak sedang beraktivitas berat.
  • Sulit tidur (insomnia) karena pikiran terus berputar (racing thoughts).

5. Penurunan Performa dan Rasa Percaya Diri

Anda mulai meragukan kemampuan diri sendiri. Muncul pikiran seperti, "Kenapa saya tidak sepintar dulu?" atau "Saya merasa gagal dalam segala hal." Perasaan tidak kompeten ini adalah jebakan psikologis dari burnout.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Merasakannya?

Sumber: