Self-Compassion: Menjadi Sahabat Bagi Diri Sendiri
ilustrasi self compassion.-dok. istimewa-
bogor.disway.id - Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana Anda berbicara pada diri sendiri saat melakukan kesalahan? Sering kali, kata-kata yang kita tujukan ke diri sendiri jauh lebih kejam daripada kata-kata yang kita ucapkan kepada teman baik kita.
Kita sering menjadi kritikus paling sadis bagi diri sendiri. Di sinilah Self-Compassion (welas asih pada diri sendiri) berperan untuk menyembuhkan luka mental tersebut.
Apa Itu Self-Compassion?
Self-compassion bukan berarti mengasihani diri sendiri secara berlebihan atau mencari pembenaran atas kesalahan. Sebaliknya, ini adalah kemampuan untuk mengakui bahwa Anda adalah manusia yang tidak sempurna, dan memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan yang sama seperti saat Anda menghibur seorang sahabat yang sedang kesulitan.
3 Pilar Utama Self-Compassion
Menurut pakar psikologi Dr. Kristin Neff, ada tiga elemen kunci yang perlu kita pahami:
- Self-Kindness (Kebaikan Diri): Berhenti menghakimi diri sendiri dengan kata-kata kasar. Alih-alih berkata "Saya bodoh banget," cobalah ganti dengan "Saya sedang belajar, dan wajar jika saya melakukan kesalahan."
- Common Humanity (Kemanusiaan Umum): Sadarilah bahwa kegagalan dan penderitaan adalah bagian dari pengalaman universal manusia. Anda tidak sendirian dalam perjuangan ini.
- Mindfulness (Kesadaran penuh): Mengamati emosi negatif tanpa membiarkan diri kita tenggelam atau hanyut di dalamnya.
Mengapa Kita Butuh Self-Compassion?
- Mengurangi Depresi dan Kecemasan: Kritik diri yang terus-menerus adalah bahan bakar utama stres dan emotional burnout.
- Meningkatkan Resiliensi: Orang yang memiliki self-compassion cenderung lebih cepat bangkit dari kegagalan karena mereka tidak menghabiskan energi untuk menghukum diri sendiri.
Motivasi yang Lebih Sehat: Anda akan terdorong untuk memperbaiki diri karena Anda peduli pada kesejahteraan Anda, bukan karena takut akan celaan.
Cara Praktis Memulai Self-Compassion
- Ubah Dialog Batin: Saat mulai mengkritik diri, tanyakan: "Apakah saya akan mengucapkan kata-kata ini kepada sahabat saya?" Jika tidak, maka jangan ucapkan pada diri sendiri.
- Tulis Surat untuk Diri Sendiri: Tuliskan perasaan Anda seolah-olah Anda adalah orang ketiga yang sangat menyayangi Anda. Apa yang akan dia katakan untuk menenangkan Anda?
- Pelukan Diri Sederhana: Saat merasa sangat stres, letakkan tangan di atas jantung atau peluk diri sendiri sejenak. Sentuhan fisik ini bisa menurunkan kadar kortisol secara instan.
Hidup sudah cukup keras, jangan biarkan pikiran Anda membuatnya menjadi lebih berat. Dengan mempraktikkan self-compassion, Anda tidak hanya memberikan ruang bagi diri sendiri untuk bernapas, tetapi juga memberikan energi baru untuk tumbuh menjadi versi terbaik Anda.
Anda berhak mendapatkan kebaikan yang selama ini Anda berikan kepada orang lain.
Sumber: