Stay Private: Cara Menjaga Batasan Diri di Era Media Sosial
ilustrasi stay private.-dok. istimewa-
bogor.disway.id - Di tengah budaya oversharing dan media sosial yang mendorong semua hal untuk dibagikan, stay private justru menjadi bentuk perlindungan diri. stay private bukan berarti tertutup atau antisosial, melainkan memilih apa yang layak dibagikan dan apa yang cukup disimpan untuk diri sendiri.
Tidak semua proses harus dipublikasikan, dan tidak semua pencapaian butuh validasi orang lain.
Apa Itu Stay Private?
Stay private adalah sikap sadar untuk:
- Tidak membagikan semua rencana, masalah, dan proses hidup
- Menjaga batasan informasi personal
- Memprioritaskan ketenangan mental dibanding validasi eksternal
Ini bukan soal rahasia berlebihan, tapi soal kontrol atas ruang pribadi.
Mengapa Stay Private Itu Penting?
1. Melindungi Kesehatan Mental
Terlalu banyak berbagi bisa membuka pintu:
- Komentar negatif
- Perbandingan sosial
Tekanan untuk selalu “baik-baik saja”
Dengan stay private, kamu memberi ruang untuk memproses emosi tanpa distraksi eksternal
2. Mengurangi Tekanan Sosial
Saat rencana diumumkan terlalu cepat, muncul tekanan untuk:
- Selalu konsisten di mata orang lain
- Takut gagal karena sudah terlanjur cerita
Menjaga rencana tetap privat membuatmu bergerak lebih bebas dan jujur pada diri sendiri.
3. Fokus pada Proses, Bukan Validasi
Sumber: