Paylater untuk Sembako dan Pulsa: Tren Cicilan Harian yang Mengkhawatirkan

Paylater untuk Sembako dan Pulsa: Tren Cicilan Harian yang Mengkhawatirkan

ilustrasi BNPL.-dok. istimewa-

bogor.disway.id - Dulu, utang identik dengan rasa malu. Apalagi jika hanya untuk membeli beras atau minyak goreng. Kini, rasa sungkan itu memudar seiring dominasi layar ponsel dalam kehidupan sehari-hari.

Berutang tak lagi butuh tatap muka. Cukup beberapa klik. Konsep Buy Now Pay Later (BNPL) membuat barang datang lebih dulu, pembayaran menyusul kemudian. Praktis, cepat, dan terasa ringan. Namun di balik kemudahannya, muncul pola ketergantungan baru.

Dari iPhone ke Cabai dan Pulsa

Awalnya, paylater identik dengan pembelian barang mahal seperti gadget atau tiket perjalanan. Kini trennya bergeser. Fitur ini justru banyak dipakai untuk kebutuhan rutin: sembako, pulsa, paket data, hingga belanja dapur.

Director SPayLater Indonesia menyebut sekitar 35 persen transaksi e-commerce pada 2025 sudah menggunakan skema paylater. Nilai nasionalnya diperkirakan menembus Rp36,5 triliun hingga akhir tahun.

Angka ini menunjukkan bahwa fleksibilitas pembayaran jangka pendek telah menjadi “penopang napas” arus kas sebagian masyarakat.

Generasi Muda dan Lonjakan Pengguna

Pengguna aktif paylater secara nasional mencapai 30,3 juta orang, didominasi Gen Z dan milenial. Integrasi paylater dengan QRIS memperluas aksesnya. Kini, transaksi di warteg atau toko kecil yang menerima QRIS pun bisa dibayar dengan cicilan.

Namun, di balik inklusi keuangan tersebut, muncul kekhawatiran. Industri mencatat peningkatan gagal bayar pada kelompok usia di bawah 19 tahun. Artinya, sebagian anak muda telah memiliki catatan kredit bermasalah sejak usia sangat dini.

Dampak Integrasi SLIK OJK

Sejak 2025, riwayat pembayaran paylater terhubung dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik Otoritas Jasa Keuangan.

Konsekuensinya tidak main-main. Keterlambatan membayar cicilan kecil sekalipun dapat memengaruhi skor kredit. Dampaknya mungkin tidak terasa sekarang, tetapi bisa muncul ketika mengajukan KPR, kredit kendaraan, atau pembiayaan usaha di masa depan.

Artinya, cicilan pulsa atau sembako hari ini bisa berpengaruh pada peluang memiliki rumah beberapa tahun mendatang.

Bank dan Multifinance Ikut Berebut BNPL

Sumber: