Susah Tidur karena Overthinking? Coba Journaling Malam Hari
ilustrasi overthinking.-dok. istimewa-
bogor.disway.id - Overthinking sering kali muncul justru saat tubuh sudah lelah dan lampu kamar dimatikan. Pikiran tentang hal yang belum selesai, kata-kata yang terucap siang tadi, hingga skenario yang belum tentu terjadi besok, semuanya datang bersamaan. Akibatnya, mata sulit terpejam meski tubuh butuh istirahat.
Di sinilah journaling sebelum tidur berperan penting—bukan untuk menyelesaikan semua masalah, tapi untuk memindahkan beban pikiran dari kepala ke kertas.
Mengapa Overthinking Sering Datang Sebelum Tidur?
Saat malam hari, distraksi berkurang. Tidak ada lagi aktivitas, notifikasi, atau percakapan. Otak akhirnya “punya waktu” untuk memproses hal-hal yang tertunda sepanjang hari. Jika tidak dikeluarkan, pikiran tersebut akan berputar terus dan mengganggu kualitas tidur.
Manfaat Journaling Sebelum Tidur
- Membantu menenangkan pikiran
- Mengurangi kecemasan berlebih
- Membuat emosi lebih terstruktur
- Membantu tidur lebih nyenyak
- Mencegah overthinking berlarut-larut
Journaling bukan solusi instan, tapi rutinitas kecil yang berdampak besar jika dilakukan konsisten.
Cara Journaling yang Efektif untuk Overthinking
1. Gunakan “Brain Dump”
Tulis semua yang ada di kepala tanpa filter:
- Kekhawatiran
- To-do list
- Emosi yang tidak jelas
- Pikiran acak
Tidak perlu rapi atau berurutan. Tujuannya hanya satu: mengosongkan kepala.
2. Pisahkan yang Bisa Dikontrol dan Tidak
Bagi halaman menjadi dua kolom:
- Hal yang bisa aku kontrol
- Hal yang tidak bisa aku kontrol
Cara ini membantu otak berhenti memikirkan hal-hal di luar kendali, terutama sebelum tidur.
3. Akhiri dengan Kalimat Penutup yang Menenangkan
Sumber: