Mulai Journaling dari Nol: Ringan, Jujur, dan Bertahan Lama

Mulai Journaling dari Nol: Ringan, Jujur, dan Bertahan Lama

ilustrasi journaling-dok. istimewa-

bogor.disway.id - Banyak orang tertarik journaling, tapi berhenti bahkan sebelum benar-benar mulai. Alasannya klasik: takut salah nulis, bingung mau nulis apa, atau merasa journaling harus rapi dan konsisten setiap hari. Padahal, journaling justru paling efektif saat dibuat sederhana dan fleksibel.

Jika kamu pemula, kuncinya bukan disiplin keras—melainkan kenyamanan.

1. Tentukan Tujuan Journaling (Tidak Harus Muluk)

Langkah pertama adalah memahami kenapa kamu ingin journaling. Tujuannya bisa sangat sederhana, seperti:

  • Meluapkan pikiran sebelum tidur
  • Mengurangi overthinking
  • Membantu konsistensi habit
  • Mengenal emosi diri

Tidak perlu satu tujuan besar. Satu alasan kecil sudah cukup untuk memulai.

2. Pilih Media yang Paling Nyaman

Journaling tidak harus di buku estetik. Gunakan apa pun yang membuatmu ingin kembali menulis:

  • Buku tulis biasa
  • Notes di ponsel
  • Aplikasi journaling
  • Dokumen digital

Yang terpenting: mudah diakses saat kamu ingin menulis, bukan saat mood sudah hilang.

3. Mulai dari Durasi Pendek

Pemula sering gagal karena menargetkan terlalu lama. Cukup:

  • 3–5 menit per hari
  • 3–4 kalimat saja

Lebih baik konsisten menulis sedikit daripada menulis panjang tapi hanya seminggu.

4. Gunakan Prompt Agar Tidak Bingung

Jika bingung mau menulis apa, gunakan pertanyaan sederhana seperti:

  • Hari ini aku merasa…
  • Hal kecil yang patut disyukuri hari ini
  • Apa yang membuat hari ini terasa berat?
  • Satu hal yang ingin diperbaiki besok

Prompt membantu journaling terasa ringan dan terarah.

Sumber: