BOGOR, DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat benteng pencegahan korupsi.
Tak hanya menyasar perangkat daerah, edukasi antikorupsi kini diperluas hingga tingkat kecamatan dengan melibatkan kepala desa, kepala kelurahan, kepala sekolah hingga jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bogor, Edi Suwito, menyebut, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun integritas secara menyeluruh di lingkungan penyelenggara pemerintahan.
BACA JUGA:Pemkab Bogor dan DPRD Bahas Rancangan Perubahan APBD 2026 dan APBD 2027
Kata dia, tahun ini, sosialisasi antikorupsi di tingkat kecamatan dilaksanakan di 13 kecamatan, setelah sebelumnya roadshow serupa menyasar sejumlah perangkat daerah.
“Intinya penyelenggara negara yang unitnya ada di tingkat kecamatan kita libatkan. Mulai dari kepala desa, kepala kelurahan beserta perangkatnya, kepala sekolah, termasuk unsur UPTD,” ujarnya, Selasa, 15 September 2026.
Menurutnya, penguatan pencegahan korupsi tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK yang setiap tahun dilakukan di seluruh daerah di Indonesia.
Kabupaten Bogor dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar dinilai membutuhkan penguatan kesadaran antikorupsi di seluruh lini pemerintahan.
“Ini merupakan satu bagian dari sistem, yang mana KPK setiap tahunnya melaksanakan MCP di semua daerah yang ada di Indonesia," ujanya.
BACA JUGA:Sentul City Tuntaskan Penyerahan 423 Sertifikat PSU kepada Pemkab Bogor
"Di Kabupaten Bogor, kita melaksanakan sosialisasi antikorupsi ke semua lini, termasuk di tingkat kecamatan dan SKPD,” sambungnya.
Edi menegaskan, sosialisasi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat agar seluruh penyelenggara negara memahami batasan, menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab, serta mampu mengantisipasi potensi yang dapat mengarah pada tindak pidana korupsi.
“Harapan kami, tentu ini merupakan pengingat bagi kita semua penyelenggara negara. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, kita bisa meminimalisir hal-hal yang sekiranya nantinya mengarah kepada tindak pidana korupsi,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Citeureup Maman Nurpadilah menyambut baik penguatan edukasi antikorupsi di tingkat kecamatan.
Ia menilai keterlibatan berbagai unsur pemerintahan menjadi penting agar semangat integritas tidak berhenti pada level perangkat daerah.