Pemkab Bogor Mulai Realisasikan Program Satu Sarjana Satu Desa, 250 Desa Sudah Daftar
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana. Pemkab Bogor mulai merealisasikan Program Satu Sarjana Satu Desa.-Sandika Fadilah Rusdani-
BOGOR, DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai merealisasikan Program Satu Sarjana Satu Desa.
Program ini merupakan komitmen Pemkab Bogor dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) yang dimulai dari tingkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana, mengatakan program Satu Sarjana Satu Desa itu sudah mulai terealisasi pada tahun 2026 ini.
BACA JUGA:CFD Kota Bogor Kembali Dibuka, Wakil Wali Kota Tekankan Kenyamanan Warga dan Penataan UMKM
Dari data yang dihimpun Dinas DPMD sebanyak 250 Desa sudah mengunggah Surat Keterangan (SK) bagi calon mahasiswa yang ikut program melalui aplikasi Sistem Penyaluran Dana ke Desa (Sipandan).
"Dari data sudah ada 250 dari 416 desa yang ada, Itu per 2 September ya, tapi sekarang mungkin sudah bertambah," ujar Hadijana saat ditemui Diswaybogor.id pada Senin, 7 September 2026.
Hadijana menuturkan, anggaran program Satu Sarjana Satu Desa itu dialokasi dari Bantuan Keuang (Bakeu) Kabupaten Bogor senilai Rp 1,5 miliar.
Setiap kepala desa akan membiayai warganya yang ikut program tersebut sampai lulus dengan mekanisme pembayaran SPP dan SKS kuliah yang diatur secara bertahap setiap tahunnya.
"Ya, prinsipnya pasti sampai lulus. Cuman mekanisme anggaran itu kan harus dibuat per tahun. Jadi misalkan satu semesternya Rp5 juta misal, kan? Berarti satu tahunnya Rp10 juta,"jelasnya.
BACA JUGA:Wali Kota Bogor Imbau Warga Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Eks Kadisduk Capil Kabupaten Bogor meminta kepada kepala desa untuk mengalokasikan program Satu Sarjana Satu Desa itu untuk warga yang sangat membutuhkan.
Ia pun menghimbau bagi kepala desa yang belum mendaftarkan wargannya untuk ikut sarjana tersebut agar segera mengupload SK.
"Saya menghimbau agar kepala desa segera mendaftarkan warganya, agar tidak telat saat mendaftarkan calon mahasiswa,"pungkasnya.
Sumber: