Suhu Air Minum dan Berat Badan: Mana yang Lebih Baik, Dingin atau Hangat?

Suhu Air Minum dan Berat Badan: Mana yang Lebih Baik, Dingin atau Hangat?

ilustrasi air dingin.-dok. canva-

bogor.disway.id - Sering muncul keraguan: apakah aman minum air dingin atau justru bisa bikin perut buncit? Mitos tentang air dingin dapat "membekukan lemak" adalah salah satu kekeliruan yang paling sering beredar di masyarakat.

Mari kita luruskan berdasarkan fakta medis agar kamu tidak lagi ragu untuk tetap terhidrasi dengan suhu air yang kamu sukai.

Mitos atau Fakta: Minum Air Dingin Bisa Membuat Gemuk?

Jawabannya: MITOS.

Air putih, baik dalam suhu dingin, hangat, maupun suhu ruang, mengandung nol kalori. Secara logis, sesuatu yang tidak memiliki kalori tidak mungkin menambah cadangan lemak tubuh. Berikut adalah penjelasan ilmiahnya:

1. Tubuh Menyesuaikan Suhu Air

Tubuh manusia adalah mesin yang sangat cerdas. Saat kamu minum air dingin, tubuh akan bekerja untuk menyeimbangkan suhu air tersebut agar sesuai dengan suhu inti tubuh kita (sekitar 37°C). Proses ini justru memerlukan energi.

2. Pembakaran Kalori (Thermogenesis)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air dingin sedikit meningkatkan metabolisme melalui proses thermogenesis. Tubuh membakar sejumlah kecil kalori ekstra hanya untuk menghangatkan air tersebut di dalam perut. Jadi, alih-alih membuat gemuk, air dingin justru sedikit membantu pembakaran energi.

3. Lemak Tidak Membeku karena Air

Ada anggapan bahwa air dingin akan membekukan lemak dari makanan yang baru saja kita santap. Secara medis, ini tidak akurat. Lambung kita sangat asam dan panas; lemak akan tetap diproses secara kimiawi oleh enzim pencernaan tanpa terpengaruh oleh suhu air yang kamu minum.

Kenapa Orang Mengira Air Dingin Bikin Gemuk?

Biasanya, persepsi ini muncul karena faktor pendamping, bukan karena airnya sendiri:

Minuman Manis Ber-es: Yang membuat gemuk bukanlah suhu dinginnya, melainkan kandungan gula di dalam es teh manis, soda, atau boba yang kamu minum.

Sumber: