“Rp100 Ribu Sehari Nggak Cukup”: Efek PPN 12% Terasa dari Dapur hingga Showroom

“Rp100 Ribu Sehari Nggak Cukup”: Efek PPN 12% Terasa dari Dapur hingga Showroom

ilustrasi pajak.-dok. istimewa-

“Konsumen nunggu dulu, mikir pajaknya jadi mahal,” katanya.

Hal serupa terjadi di sektor elektronik. Muhammad Akbar, konsultan di Samsung Store fx Sudirman, mengungkapkan banyak calon pembeli memilih menunda karena harga naik.

Cicilan Rumah Jadi Beban Tetap

Sementara kendaraan dan gawai bisa ditunda, cicilan rumah tidak bisa menunggu.

Afni Utami (26), penghuni klaster di Bekasi, mengaku harus memangkas anggaran hiburan demi menjaga cicilan KPR tetap lancar.

“Pengeluaran kecil seperti jajan dan hiburan kami kurangi supaya tabungan tetap aman,” tuturnya.

Kenaikan PPN 12% mungkin tampak ringan saat diumumkan, namun setahun kemudian dampaknya terasa nyata. Dari dapur, pasar, showroom, hingga ruang keluarga—tekanan ekonomi kini menjadi realita sehari-hari.

Baca versi lengkapnya diliputan khusus Bisik Disway - PPN 12% Bikin Susah! Boro-Boro Beli HP atau Mobil, Rp100 Ribu Sehari Gak Cukup

Sumber: