Terbongkar! Alasan Kenapa Sarapan Malah Bikin Ngantuk dan Lemas

Terbongkar! Alasan Kenapa Sarapan Malah Bikin Ngantuk dan Lemas

an illustration of being sleepy after having breakfast.-dok. canva-

bogor.disway.id - Pernah merasa sudah makan sarapan yang "lengkap" tapi satu jam kemudian mata malah terasa berat dan pengin tidur lagi? Kondisi ini sering disebut sebagai Food Coma atau secara medis dikenal dengan istilah postprandial somnolence.

Bukannya jadi bertenaga untuk memulai kerja, sarapan yang salah justru bisa jadi sabotase produktivitasmu. Mari kita bedah alasan ilmiah di baliknya!

Ada beberapa faktor biologis yang terjadi di dalam tubuh setelah kita makan, terutama jika menu yang dipilih kurang tepat:

1. Fenomena "Sugar Crash" (Lonjakan Insulin)

Ini adalah penyebab paling umum. Jika kamu sarapan makanan tinggi karbohidrat olahan atau gula (seperti bubur ayam dengan kerupuk melimpah, donat, atau sereal manis), gula darah akan naik sangat cepat.

Prosesnya: Tubuh merespons dengan memompa insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan gula darah tersebut.

Dampaknya: Penurunan gula darah yang terlalu cepat (crash) membuat otak kekurangan "bahan bakar" instan, sehingga muncul rasa lemas, pusing, dan kantuk hebat.

2. Aliran Darah Fokus ke Pencernaan

Setelah makan, tubuh mengaktifkan sistem saraf parasimpatis (mode rest and digest). Energi dan aliran darah dialihkan lebih banyak ke lambung dan usus untuk mengolah makanan.

Dampaknya: Karena aliran darah lebih fokus ke area perut, oksigen dan energi yang menuju ke otak sedikit berkurang, yang memicu rasa rileks berlebihan dan kantuk.

3. Produksi Hormon Melatonin & Serotonin

Makanan tertentu, terutama yang kaya akan asam amino Triptofan (seperti telur, keju, atau kalkun), dapat memicu produksi serotonin. Serotonin adalah zat kimia otak yang mengatur suasana hati, namun ia juga merupakan bahan baku pembentuk melatonin, yaitu hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur siklus tidur kita.

4. Porsi Makan yang Terlalu Besar

Semakin besar porsi sarapanmu, semakin keras tubuh harus bekerja untuk mencernanya. Kerja keras organ pencernaan ini menguras energi tubuh secara keseluruhan, membuatmu merasa ingin merebahkan diri daripada duduk tegak di depan laptop.

Sumber: