Ayam Kampung vs Broiler, Mana yang Lebih Bergizi?

Selasa 06-10-2026,20:46 WIB
Reporter : Mariska Virdhani
Editor : Mariska Virdhani

Shabrina menuturkan, usia panen ayam kampung yang lebih tua membuat ikatan silang kolagen pada dagingnya semakin kuat dibandingkan broiler, sehingga teksturnya terasa lebih padat dan kenyal.

Sementara itu, kandungan vitamin, mineral, serta profil asam lemak omega-3 seperti DHA lebih banyak dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi selama pemeliharaan.

BACA JUGA:Katalog Promo JSM Superindo Minggu Ini 27 Februari-1 Maret 2026, Dada dan Paha Ayam Mulai Rp6 Ribuan

Bagian Ayam dan Cara Pengolahan Ikut Berpengaruh

Shabrina mengatakan, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat jenis ayam ketika memilih makanan. Bagian ayam dan cara pengolahan juga berpengaruh terhadap kandungan gizi yang dikonsumsi.

Dada ayam broiler tanpa kulit dapat memiliki kandungan lemak lebih rendah dibandingkan paha ayam kampung dengan kulit.

Begitu pula ayam yang digoreng dapat memiliki kandungan lemak lebih tinggi akibat penggunaan minyak.

“Penentuan pilihan ayam berdasarkan kandungan gizi tidak dapat semata-mata didasarkan pada jenis ayam, melainkan perlu mempertimbangkan faktor lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA:Frekuensi KRL Nambo–Citayam Naik Dua Kali Lipat, Mobilitas Warga Makin Mudah

Dengan demikian, Shabrina menyimpulkan, ayam kampung maupun broiler memiliki karakteristik masing-masing.

Jika ingin membatasi asupan lemak, pilih bagian yang rendah lemak seperti dada tanpa kulit dan olah tanpa digoreng, baik dari ayam kampung maupun broiler. 

Pada akhirnya, pilihan makanan tetap perlu mempertimbangkan bagian ayam serta metode pengolahannya agar sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing.

Kategori :