BOGOR, DISWAY.ID - Mengonsumsi ayam kampung selama ini sering dianggap lebih sehat dibandingkan ayam broiler.
Selain teksturnya yang lebih padat, ayam kampung juga kerap dipandang lebih alami karena umumnya dipelihara dengan sistem umbaran.
Lantas, apa yang membedakan keduanya jika dilihat dari kandungan gizi?
Shabrina Dyah Wibawanti, SPt, MSi, dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, menjelaskan bahwa perbedaan yang paling konsisten antara ayam kampung dan broiler justru terdapat pada kandungan lemaknya.
BACA JUGA:Katalog Promo Superindo Weekday 27-30 Juli 2026, Sayap Ayam Mulai Rp5 Ribuan
Ayam broiler cenderung memiliki kadar lemak lebih tinggi karena dipelihara dengan tujuan pertumbuhan cepat dan didukung pakan berenergi tinggi.
“Perbedaan kandungan lemak antara kedua jenis ayam ini merupakan hasil gabungan dari faktor genetik, formulasi pakan, tingkat aktivitas, dan umur panen,” jelas Shabrina.
Berbeda dengan broiler, ayam kampung umumnya dipelihara lebih lama dengan sistem umbaran atau free range.
Ayam yang lebih banyak bergerak menggunakan energi lebih besar untuk aktivitas fisiknya sehingga cenderung tidak menyimpan lemak sebanyak ayam yang dipelihara secara intensif.
BACA JUGA:Bebas Bau Amis! Ini 4 Cara Mengolah Hati Ayam Agar Lezat dan Disukai Anak-anak
Mana yang Proteinnya Lebih Tinggi?
Shabrina menekankan bahwa ayam kampung tidak otomatis lebih unggul dalam seluruh aspek gizi. Dari sisi protein, kandungan keduanya relatif tidak jauh berbeda.
“Ayam kampung memang dapat memiliki kandungan protein sedikit lebih tinggi, tetapi perbedaannya relatif kecil dan hasil penelitian bervariasi, sehingga secara praktis keduanya dapat dianggap setara sebagai sumber protein”, jelasnya.
Anggapan ayam kampung lebih sehat juga berkaitan dengan tekstur dagingnya yang lebih padat.
Menurut Shabrina, tekstur tersebut lebih dipengaruhi oleh struktur serat otot dan usia panen, sehingga tidak dapat digunakan sebagai ukuran langsung bahwa daging tersebut memiliki kandungan gizi lebih tinggi.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Jeroan, Hati Ayam Ternyata Superfood Penambah Darah Paling Efektif