Karena itu, sebagian pedagang kini mulai beralih menjual pakaian baru yang lebih pasti kualitasnya.
“Kalau balpres itu untung-untungan. Kadang bagus, kadang banyak yang nggak kepakai,” ujar Ucok.
Pedagang Lain Juga Mengeluh Sepi
Kondisi serupa dirasakan Afrizal, pedagang thrifting yang lapaknya bersebelahan dengan Ucok.
Ia mengaku tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan Ramadhan tahun lalu.
Untuk menghindari kerugian besar, Afrizal juga memilih menjual barang dagangan dengan harga semurah mungkin.
“Kalau nggak laku ya diobral saja,” katanya.
Harapannya sederhana: ekonomi kembali stabil agar pedagang kecil bisa kembali mendapatkan pembeli.
Pembeli Datang, Tapi Jarang Belanja
Pantauan di sekitar Pasar Senen menunjukkan lebih dari sepuluh lapak thrifting berdiri di area sekitar Blok III.
Sebagian besar pedagang mulai membuka lapak sekitar pukul 19.00 WIB setelah waktu berbuka puasa.
Namun hingga beberapa jam kemudian, banyak lapak yang belum melayani satu pun pembeli.
Nurdin (56), salah satu pedagang, bahkan mengaku omzetnya turun lebih dari 60 persen dibanding tahun lalu.
Jika kondisi terus seperti ini, ia berencana kembali menjual pakaian dengan harga ekstrem murah, bahkan Rp5 ribu per potong.
“Yang penting balik modal buat belanja lagi,” ujarnya.
Barang Impor China Mendominasi