Ketika terjerat pinjol, perempuan kerap menghadapi stigma sosial: dianggap konsumtif, tidak cakap mengelola uang, hingga dicap sebagai pengutang. Tekanan ini memperparah beban psikologis mereka.
Menurut Wahyu, maraknya kasus pinjol juga mencerminkan lemahnya sistem dukungan sosial. Banyak korban merasa sendirian dan buntu menghadapi tekanan ekonomi tanpa sandaran nyata dari lingkungan.
Baca versi lengkapnya diliputan khusus Bisik Disway - Pinjol, Pedang Bermata Dua: Dari Solusi Instan ke Jerat Utang Tanpa Akhir