Agar lebih konsisten, tempelkan habit baru pada kebiasaan lama.
Metode ini dikenal sebagai habit stacking.
Contoh:
- Setelah menyikat gigi, minum segelas air
- Setelah makan malam, menulis 3 kalimat journaling
- Setelah bangun tidur, tarik napas dalam 1 menit
Cara ini membuat habit terasa alami, bukan paksaan.
4. Turunkan Standar, Naikkan Konsistensi
Banyak orang berhenti karena merasa “tidak maksimal”.
Padahal, habit tidak perlu sempurna untuk memberi dampak.
Lebih baik:
- Menulis 2 menit setiap hari daripada 1 jam tapi sebulan sekali
- Membaca 2 halaman daripada menunggu waktu luang panjang
Konsistensi kecil jauh lebih berharga daripada usaha besar yang tidak berkelanjutan.
5. Rayakan Progres Kecil
Mengapresiasi diri sendiri penting untuk menjaga motivasi.
Tidak harus dengan hadiah besar, cukup dengan:
- Menandai checklist
- Menulis “aku berhasil hari ini” di jurnal
- Mengakui usaha diri sendiri
Rasa puas kecil ini membantu otak mengaitkan habit dengan pengalaman positif.
6. Terima Hari yang Tidak Ideal
Akan ada hari ketika habit terlewat. Itu normal.
Yang penting bukan tidak pernah gagal, melainkan tidak berhenti total.