Disiplin sehat:
“Aku tetap melakukan sebisanya hari ini.”
Perfeksionisme:
“Kalau tidak maksimal, lebih baik tidak sama sekali.”
Pilih disiplin yang ramah, bukan standar yang menghukum.
4. Sisipkan Hari Tanpa Target
Tanpa disadari, banyak orang menjalani habit tanpa jeda. Padahal, istirahat adalah bagian penting dari konsistensi jangka panjang.
Kamu bisa:
Menentukan 1 hari “bebas target”
Menjalani habit hanya jika tubuh dan mental siap
Ironisnya, memberi jeda justru membuat habit lebih awet.
5. Fokus pada Identitas, Bukan Checklist
Habit akan lebih bertahan jika kamu mengaitkannya dengan identitas diri, bukan sekadar tugas.
Contoh:
Bukan “Aku harus olahraga”
Tapi “Aku orang yang peduli pada tubuhku”