5. Kombinasikan dengan skincare dasar yang lembut
Produk aktif bekerja optimal jika kulit juga dirawat dengan dasar yang benar:
- Pembersih lembut dua kali sehari
- Moisturizer non‑comedogenic untuk menjaga kelembapan
- Sunscreen setiap pagi, terutama jika memakai bahan aktif yang bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari
Rutin dasar ini membantu mengurangi risiko iritasi saat memakai produk aktif.
6. Hindari menggabungkan terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu
Untuk pemula, hindari memakai, misalnya, benzoyl peroxide, retinol/adapalene, dan AHA/BHA sekaligus. Bila perlu, pakai bahan berbeda pada waktu berbeda—misalnya satu bahan di pagi, satu lagi di malam, atau bahan tertentu hanya di hari tertentu. Tujuannya menjaga kulit tetap stabil.
7. Perhatikan reaksi kulit dan catat perubahan
Buat catatan sederhana:
- Hari ke berapa mulai pakai
- Frekuensi pemakaian
- Adakah sensasi perih, kering, atau mengelupas
- Ada perbaikan atau justru breakout lebih parah
Dengan catatan, kamu bisa melihat pola dan memutuskan lanjut, kurangi, atau ganti bahan aktif.
8. Bila ragu atau masalah berlanjut, konsultasi ke profesional
Jika setelah 2–3 bulan pemakaian dengan cara perlahan kulit tidak membaik, atau muncul iritasi serius, ada baiknya berkonsultasi ke dokter kulit. Beberapa kondisi membutuhkan penanganan atau resep khusus yang lebih cocok dari produk OTC (over‑the‑counter).
Ringkasnya
- Tentukan masalah utama dulu.
- Pilih satu bahan aktif terbukti, mulai dari kekuatan rendah.
- Perhatikan bentuk produk dan frekuensi pakai secara bertahap.
- Kombinasikan dengan skincare dasar yang lembut.
- Catat reaksi kulit, dan jangan ragu minta saran dokter bila perlu.
Dengan langkah sederhana ini, pemula bisa mencoba produk aktif dengan lebih aman, nyaman, dan ada peluang besar untuk mendapat hasil positif tanpa mengorbankan kesehatan kulit.