Reformasi Polri kini bergerak di dua arah.
Dari atas, Komisi Reformasi bentukan Presiden. Dari dalam, tim internal Polri di bawah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Keduanya bersinergi, menyisir masalah struktural dan kultural.
Mulai dari gaya hidup aparat, sistem karier, hingga cara polisi berinteraksi dengan masyarakat.
Pakar kepolisian Poengky Indarti menilai langkah ini positif.
“Ini momentum emas. Reformasi bukan soal mengganti struktur, tapi mengubah kultur,” ujarnya.
Dari Menakuti Menjadi Melayani
Selama dua dekade, reformasi Polri berjalan naik-turun.
Kini, dorongan publik dan arahan presiden memberi energi baru.
Targetnya jelas: polisi yang humanis, transparan, dan profesional.
Polisi yang tidak lagi menakuti rakyat, tapi melayani dengan hati.
Seperti kata Presiden Prabowo:
“Kita ingin Polri yang dipercaya rakyat. Polisi Piandel. Polisi yang membawa ketenteraman, bukan ketegangan.”
Harapan itu kini berpulang pada langkah-langkah nyata.
Sebab kepercayaan publik bukan diberikan — tapi diperjuangkan.
Baca versi lengkapnya diliputan khusus Bisik Disway - Polisi Piandel