Pemkot Bogor Usulkan Modifikasi Cuaca Atasi Kebakaran TPA Galuga

Pemkot Bogor Usulkan Modifikasi Cuaca Atasi Kebakaran TPA Galuga

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan kondisi Tempat Pembungan Akhir Sampah (TPAS) Galuga masih membutuhkan penanganan lebih komperhensif.--Humas Pemkot Bogor

BOGOR, DISWAY.ID - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan kondisi Tempat Pembungan Akhir Sampah (TPAS) Galuga masih membutuhkan penanganan lebih komperhensif.

Berdasarkan laporan terbaru dari petugas yang berada di lokasi, sejumlah titik api masih terlihat dan berpotensi membesar apabila tidak segera ditangani secara maksimal.

"Setelah lima hari penanganan penanggulangan bencana kebakaran di TPAS Galuga, baru saja saya mendapatkan laporan dari lapangan. Di sana masih ada Wakil Wali Kota Bogor dan jajaran. Situasinya kelihatannya kurang baik, artinya titik-titik api masih terlihat membesar dan ini tentu sangat mengkhawatirkan apabila tidak ditangani secara lebih komprehensif," ujarnya, Sabtu, 12 September 2026.

BACA JUGA:Cegah Api Meluas di TPA Galuga, TNI AU Masih Turunkan Water Bombing

Menurutnya, berbagai potensi untuk penanganan dan penanggulangan bencana telah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. 

Kolaborasi tersebut dilakukan mulai dari pengerahan personel, peralatan, hingga upaya pemadaman di lokasi.

Dedie menyebut salah satu harapan utama dalam mempercepat proses pemadaman adalah turunnya hujan. 

Namun, kondisi kemarau panjang saat ini membuat upaya tersebut masih bergantung pada faktor cuaca.

"Semalam saya bersama Pak Bupati Bogor, Sekda Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor sudah melakukan koordinasi," tuturnya.

BACA JUGA:Asap Kebakaran TPA Galuga Bikin Sesak Nafas Warga, Masker Belum Kunjung Dibagikan

"Memang harapan yang utama adalah turunnya hujan. Namun, dengan situasi kemarau panjang seperti sekarang, kita hanya bisa berharap melalui doa agar hujan bisa turun,"sambungnya.

Selain mengandalkan kondisi alam, Pemkot Bogor juga melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan sejumlah pihak. 

Dedie Rachim mengaku telah menyampaikan kondisi kebakaran TPAS Galuga kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, untuk mendapatkan dukungan terkait kemungkinan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca.

"Kita juga sudah menyampaikan kepada Kepala BRIN, Prof Arif Satria, untuk bagaimana mungkin bisa dibantu melakukan modifikasi cuaca," ujarnya.

Sumber: