Seni Memvalidasi Diri Sendiri: Rahasia Mental yang Kuat dan Percaya Diri
ilustrasi validasi.-dok. istimewa-
bogor.disway.id - Di era media sosial, kita secara tidak sadar dididik untuk mencari validasi eksternal. Jumlah likes, komentar pujian, atau persetujuan atasan menjadi tolok ukur kebahagiaan kita. Masalahnya, saat pengakuan itu hilang, kita merasa hampa dan tidak berharga.
Self-Validation adalah kemampuan untuk mengenali, menerima, dan menghargai perasaan serta pikiran Anda sendiri tanpa membutuhkan konfirmasi dari orang lain. Ini adalah bentuk tertinggi dari kemandirian emosional.
Mengapa Kita Haus Akan Pengakuan?
Akar dari kebutuhan validasi eksternal biasanya adalah rasa takut akan kegagalan atau perasaan "tidak cukup" (not enough). Kita merasa bahwa jika orang lain tidak melihat keberhasilan kita, maka keberhasilan itu tidak nyata. Akibatnya, kita terjebak dalam Dopamine Loop setiap kali mendapatkan notifikasi pujian.
Cara Mempraktikkan Self-Validation dalam Keseharian
- Akui Perasaan Anda Tanpa Menghakimi: Saat Anda sedih atau marah, jangan katakan "Saya tidak boleh cengeng." Katakanlah: "Saya sedang merasa sedih sekarang, dan itu wajar karena situasinya memang sulit."
- Rayakan Kemenangan Kecil Sendirian: Jika Anda berhasil melakukan Deep Work atau menolak permintaan yang menguras energi, berikan apresiasi pada diri sendiri. Anda tidak perlu mempostingnya untuk merasa hebat.
- Berhenti Bertanya "Gimana Menurutmu?": Cobalah mengambil keputusan kecil (seperti memilih baju atau menu makan) tanpa bertanya pada orang lain. Percayalah pada selera dan insting Anda sendiri.
- Gunakan Afirmasi yang Realistis: Alih-alih berkata "Saya yang terbaik," katakanlah: "Saya sedang belajar dan saya menghargai usaha yang saya lakukan hari ini."
Manfaat Memiliki Validasi Diri yang Kuat
- Resiliensi Mental: Anda tidak mudah hancur saat dikritik karena Anda tahu nilai asli diri Anda.
- Hubungan yang Lebih Sehat: Anda tidak lagi membebani pasangan atau teman untuk terus-menerus memuji Anda demi rasa aman.
- Ketenangan Batin: Anda terhindar dari kecemasan FOMO karena fokus Anda adalah pertumbuhan internal, bukan persaingan eksternal.
Suara Anda yang Paling Berarti
Dunia bisa memberikan ribuan pujian, namun jika Anda tidak percaya pada diri sendiri, pujian itu akan terasa kosong. Sebaliknya, meski dunia diam, jika Anda mampu memvalidasi diri sendiri, Anda akan tetap berdiri tegak.
Satu-satunya izin yang Anda butuhkan untuk merasa bahagia adalah izin dari diri Anda sendiri.
Sumber: