Dopamine Loop: Jebakan "Senang" yang Melelahkan Otak

Dopamine Loop: Jebakan

ilustrasi dopamine loop.-dok. istimewa-

bogor.disway.id - Pernahkah Anda berniat membuka ponsel hanya untuk mengecek jam, namun tiba-tiba tersadar sudah 30 menit berlalu karena asyik scrolling video pendek? Anda tidak sendirian. Anda sedang terjebak dalam apa yang disebut sebagai Dopamine Loop.

Dopamin sering disebut sebagai hormon "kebahagiaan", padahal secara ilmiah, dopamin lebih tepat disebut sebagai hormon "antisipasi" atau "keinginan". Dopamin memotivasi kita untuk mencari imbalan (reward).

Bagaimana Siklus Ini Bekerja?

Dunia digital dirancang untuk memicu siklus ini tanpa henti:

  • Isyarat (Cue): Ada notifikasi atau rasa bosan sedikit saja.
  • Antisipasi: Otak membayangkan ada sesuatu yang menarik (gosip baru, like, atau video lucu). Dopamin dilepaskan.
  • Tindakan: Anda membuka aplikasi dan mulai scrolling.
  • Imbalan Variabel: Terkadang Anda menemukan video bagus, terkadang tidak. Ketidakpastian ini justru membuat otak semakin penasaran (mirip mekanisme mesin judi).
  • Pengulangan: Karena imbalannya singkat, dopamin cepat turun, dan otak meminta "dosis" berikutnya.

Dampak Buruk Dopamine Loop yang Tak Terkendali

Jika dibiarkan, siklus ini akan merusak semua rutinitas Mental Wellness yang kita bangun:

  • Menurunkan Konsentrasi: Otak terbiasa dengan stimulasi cepat, sehingga melakukan hal lambat (seperti membaca buku) terasa sangat membosankan.
  • Kelelahan Mental: Otak terus-menerus bekerja mencari stimulasi, menyebabkan Overstimulation.
  • Anhedonia Ringan: Hal-hal sederhana dalam hidup (seperti melihat matahari terbenam) terasa tidak lagi menarik karena tingkat dopamin standar Anda sudah terlalu tinggi akibat stimulasi digital.

Cara Memutus Dopamine Loop

Anda tidak perlu membuang ponsel Anda, cukup lakukan kalibrasi ulang:

  • Praktikkan "Dopamine Detox": Luangkan waktu (misalnya satu hari di akhir pekan) tanpa stimulasi instan. Jangan ada media sosial, gim, atau makanan cepat saji. Biarkan otak Anda "bosan" agar sensitivitas dopamin kembali normal.
  • Hapus Notifikasi Non-Penting: Hilangkan "isyarat" yang memicu antisipasi. Biarkan Anda yang menentukan kapan ingin membuka aplikasi, bukan aplikasi yang memanggil Anda.
  • Ganti dengan Imbalan Sehat: Ganti scrolling dengan aktivitas yang melepaskan serotonin atau endorfin secara stabil, seperti olahraga ringan, Mindful Eating, atau hobi kreatif.
  • Terapkan Jeda 10 Detik: Saat ingin membuka ponsel karena bosan, berhentilah selama 10 detik dan bernapaslah. Tanyakan: "Apakah saya benar-benar butuh ini sekarang?"

Menjadi Tuan atas Hormon Sendiri

Dopamin adalah pelayan yang baik tapi tuan yang kejam. Dengan memahami cara kerjanya, Anda bisa mulai mengambil alih kendali. Memutus Dopamine Loop adalah langkah awal untuk benar-benar merasakan JOMO (Joy of Missing Out) dan kedamaian batin.

Sumber: