Sering Cemas dan Sensi? Bisa Jadi Mikroba di Ususmu Lagi Gak Seimbang!
ilustrasi gut health.-dok. istimewa-
bogor.disway.id - Ketika berbicara tentang kesehatan mental, emosi, atau kemampuan berpikir, organ tubuh pertama yang langsung terlintas di dalam benak kita pastilah otak yang ada di dalam kepala. Kita terbiasa berasumsi bahwa segala bentuk kecemasan, kebahagiaan, stres, hingga depresi murni merupakan hasil dari gejolak sirkuit saraf di tempurung kepala.
Namun, dunia sains modern dalam satu dekade terakhir menemukan fakta medis yang sangat mencengangkan: manusia memiliki "otak kedua" yang terletak di dalam perut, tepatnya di saluran pencernaan (usus).
Pernahkah Anda merasa perut mendadak mulas, kembung, atau serasa "diaduk-aduk" (butterflies in my stomach) sesaat sebelum melakukan presentasi penting di depan bos atau saat menghadapi ujian?
Sinyal fisik tersebut bukan sekadar reaksi psikologis biasa. Itu adalah bukti nyata dari adanya komunikasi dua arah yang super cepat antara otak di kepala dan sistem pencernaan Anda.
Saluran pencernaan manusia dilapisi oleh lebih dari 100 juta sel saraf yang disebut Enteric Nervous System (ENS). Sistem saraf usus ini sangat masif dan mampu bekerja secara mandiri mengontrol fungsinya tanpa harus menunggu perintah dari otak pusat. Hubungan timbal balik yang rumit ini dikenal dalam dunia medis sebagai Gut-Brain Axis (Poros Usus-Otak).
Bagaimana Usus Bisa Mengontrol Mood Anda?
Di dalam usus manusia, hidup sekitar 100 triliun mikroorganisme (bakteri, jamur, dan virus) yang dikenal sebagai mikrobioma usus. Bakteri-bakteri ini tidak hanya bertugas mencerna makanan yang Anda telan, tetapi juga bertindak sebagai "pabrik kimia" yang memproduksi zat penentu kebahagiaan Anda.
Pabrik Serotonin Terbesar: Banyak orang mengira serotonin (neurotransmiter atau senyawa kimia otak yang bertanggung jawab menciptakan rasa bahagia, tenang, dan mengatur siklus tidur) diproduksi di otak. Faktanya, sekitar 90% hingga 95% hormon serotonin di dalam tubuh manusia diproduksi oleh sel-sel di dalam usus dengan bantuan bakteri baik.
Dampak Bakteri Jahat: Jika ekosistem usus Anda mengalami ketidakseimbangan—di mana jumlah bakteri jahat lebih mendominasi daripada bakteri baik akibat pola makan yang buruk—produksi serotonin akan merosot tajam. Dampak instannya adalah Anda menjadi lebih rentan mengalami perubahan suasana hati (mood swings), mudah tersinggung, cemas berlebihan, hingga mengalami kabut otak (brain fog) yang membuat Anda sulit fokus bekerja.
3 Langkah Taktis Merawat Usus demi Pikiran yang Waras
Memperbaiki kualitas kesehatan mental dan menjaga suasana hati tetap stabil ternyata bisa dimulai dari apa yang Anda taruh di atas piring makan Anda. Terapkan trik nutrisi berikut:
1. Konsumsi Makanan Kaya Probiotik (Bakteri Baik)
Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan efek positif bagi kesehatan pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah cukup. Masukkan makanan hasil fermentasi alami ke dalam menu harian Anda.
Pilihan Praktis: Tempe, tahu, yoghurt tawar (plain yogurt), kefir, kombucha, atau kimchi. Konsumsi tempe yang diolah minimalis (bukan digoreng kering) adalah salah satu asupan probiotik terbaik dan termurah yang sangat disukai oleh usus.
Sumber: