JOMO: Menemukan Kebahagiaan dalam "Ketinggalan"
ilustrasi JOMO.-dok. istimewa-
bogor.disway.id - Di dunia yang memaksa kita untuk selalu update dan terkoneksi 24/7, memilih untuk tidak tahu apa yang sedang terjadi adalah sebuah tindakan revolusioner. Itulah esensi dari JOMO atau Joy of Missing Out.
JOMO adalah perasaan puas dan tenang saat Anda memutuskan untuk tidak terlibat dalam keramaian digital atau tren sesaat, demi melakukan sesuatu yang benar-benar bermakna bagi diri Anda sendiri.
Mengapa JOMO Lebih Sehat daripada FOMO?
- Kehadiran Penuh (Presence): Saat Anda tidak sibuk memikirkan apa yang dilakukan orang lain di Instagram, Anda bisa hadir sepenuhnya di meja makan bersama keluarga atau fokus menyelesaikan Work-Life Balance Anda.
- Kedaulatan Waktu: Anda yang menentukan bagaimana waktu Anda dihabiskan, bukan algoritma media sosial. Ini adalah bentuk tertinggi dari Setting Boundaries.
- Kedamaian Batin: JOMO menghilangkan tekanan untuk selalu "tampil" atau berkompetisi secara terselubung dengan pencapaian orang lain.
- fokus yang Tajam: Dengan membatasi gangguan, Anda memberikan ruang bagi otak untuk masuk ke mode Deep Work atau menikmati Reading Habit tanpa interupsi notifikasi.
Cara Praktis Menumbuhkan JOMO dalam Keseharian
Bagaimana cara beralih dari rasa takut tertinggal (FOMO) menjadi rasa syukur saat tertinggal (JOMO)?
- Rayakan "Kesendirian": Gunakan waktu saat Anda tidak ada agenda sosial untuk melakukan Self-Care yang berkualitas, seperti meditasi 5 menit atau sekadar berkebun.
- Filter Konsumsi Digital: Unfollow atau mute akun-akun yang membuat Anda merasa "kurang" atau cemas. Biarkan beranda Anda hanya berisi hal-hal yang menginspirasi.
- Ubah Perspektif: Alih-alih berpikir, "Aduh, saya nggak ikut pesta itu," katakan pada diri sendiri, "Asyik, malam ini saya punya waktu luang untuk tidur lebih awal dan membaca buku kesukaan."
- Terapkan "Digital Sunset": Matikan koneksi internet di jam tertentu. Nikmati kesunyian dan rasakan betapa tenangnya pikiran Anda saat tidak ada informasi baru yang masuk.
Memilih Apa yang Penting
JOMO bukan berarti Anda menjadi antisosial atau menutup diri dari dunia. JOMO adalah tentang kurasi. Anda memilih dengan sangat hati-hati informasi apa yang boleh masuk ke pikiran Anda dan kegiatan apa yang layak mendapatkan energi Anda.
Saat Anda berhasil menemukan kegembiraan dalam "ketinggalan", Anda sebenarnya sedang menemukan kembali diri Anda yang asli.
Sumber: