Weekend Santai Tanpa Rasa Bersalah, Begini Caranya

Weekend Santai Tanpa Rasa Bersalah, Begini Caranya

-dok. istimewa-

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 121

Backtrace:

File: /var/www/html/bogor.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 121
Function: array_multisort

File: /var/www/html/bogor.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 359
Function: view

File: /var/www/html/bogor.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

BOGOR.DISWAY.ID - Di tengah budaya hustle dan toxic productivity, banyak orang merasa bersalah saat weekend hanya dihabiskan untuk rebahan, tidur lebih lama, atau tidak melakukan apa pun yang terlihat “berguna”. Padahal, tidak semua waktu harus produktif secara kasat mata. Istirahat juga punya nilai penting bagi kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

Jika kamu sering merasa bersalah saat weekend terasa “tidak produktif”, berikut beberapa cara untuk menikmatinya dengan lebih tenang dan penuh penerimaan.

1. Ubah Definisi Produktif

Produktif tidak selalu berarti menyelesaikan to-do list atau mencapai target. Mengisi ulang energi, memperbaiki mood, dan menjaga kesehatan mental juga merupakan bentuk produktivitas yang sering terlupakan.

2. Sadari Bahwa Tubuh dan Pikiran Butuh Jeda

Rasa lelah bukan tanda kemalasan, melainkan sinyal tubuh yang perlu dihargai. Weekend adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan kebutuhan diri sendiri tanpa tekanan.

3. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial sering menampilkan weekend orang lain yang tampak penuh aktivitas. Ingat, setiap orang punya kapasitas dan kebutuhan istirahat yang berbeda. Fokus pada apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang terlihat di layar.

4. Nikmati Aktivitas Tanpa Tujuan Khusus

Melakukan sesuatu tanpa target—seperti menonton film, mendengarkan musik, atau sekadar melamun—bukanlah pemborosan waktu. Aktivitas ini justru membantu otak rileks dan memulihkan diri.

5. Lepaskan Rasa Bersalah Secara Sadar

Saat pikiran mulai berkata, “Aku seharusnya melakukan sesuatu yang lebih berguna,” cobalah tarik napas dan ingatkan diri bahwa kamu berhak beristirahat. Self-compassion penting untuk menjaga kesehatan mental.

6. Batasi Ekspektasi Terhadap Diri Sendiri

Tidak semua weekend harus sempurna atau penuh pencapaian. Membiarkan hari berjalan apa adanya bisa menjadi bentuk self-love yang sederhana namun bermakna.

Sumber: