Dua Panggung Indonesia di Biennale Venesia 2026
Poster Under the Volcano dan Hikayat Perahu.-dok. Bumi Purnati Indonesia-
Under the Volcano bermula dari kolaborasi antara Komunitas Seni Hitam-Putih dan Bumi Purnati Indonesia saat mengikuti The 6th Theatre Olympics di Beijing, Tiongkok pada 2014. Karya ini kemudian dipentaskan di Singapura pada 2016, Borobudur Writers and Cultural Festival, Magelang, pada 2018, dan Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, pada 2022.
Hikayat Perahu/The Tale of Boat
Teatro alle Tese, Arsenale
Kamis-Jumat, 18-19 Juni 2026, 09.00 PM
Konsep
Hikayat Perahu/The Tale of Boat disutradarai oleh Sri Qadariatin, dengan direktur artistik Restu Imansari Kusumaningrum, dan diproduksi oleh Bumi Purnati Indonesia. Karya ini merupakan tafsiran atas puisi Syair Perahu karya Hamzah Fansuri, sebuah karya sastra Melayu Klasik dari abad ke-16, yang diakui sebagai Memory of the World oleh Unesco pada 2025. Proses penciptaan karya ini bermula sejak 2023 sebagai bagian dari proyek penciptaan karya inovatif yang digagas oleh Bumi Purnati Indonesia.
Hikayat Perahu/The Tale of Boat adalah karya teater-tari yang menampilkan perjalanan spiritual mencari kedamaian di dalam diri. Hubungan manusia dan Tuhan dilambangkan dengan metafora perahu dan lautan. Sementara tubuh manusia adalah perahu yang berlayar di lautan luas. Syair Perahu adalah seruan kepada umat manusia—kaum muda, terutama—untuk mengenali diri sendiri, karena hidup di dunia hanyalah sementara.
Sumber: