Prabowo Puji Mentan Amran, Garap Lahan Pangan Tanpa Buka Hutan

Prabowo Puji Mentan Amran, Garap Lahan Pangan Tanpa Buka Hutan

Prabowo Puji Mentan Amran, Garap Lahan Pangan Tanpa Buka Hutan-dok. istimewa-

BOGOR.DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi rencana Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan tambahan dua juta hektare lahan untuk memperkuat produksi pangan nasional. Presiden menegaskan, pengembangan lahan pertanian ke depan tidak boleh dilakukan dengan membuka hutan primer.

Apresiasi tersebut disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna bertema “2 Tahun Pertama Pemerintahan, Kerja Nyata untuk Negeri” Rabu, (21/10) saat Mentan Amran melaporkan strategi perluasan lahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah menyiapkan peta lahan rawa mineral seluas dua juta hektare yang berpotensi dikembangkan untuk berbagai komoditas pangan strategis, seperti padi, jagung, dan kedelai.

"Dua juta hektare kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita ke depan. Ini cukup untuk penduduk 500 juta orang Pak Presiden," ujar Mentan Amran di hadapan Presiden.

Sebagai tahap awal, Kementan bersama TNI dan Kementerian Pertahanan telah berkoordinasi untuk menentukan pengembangan lahan seluas 500 ribu hektare. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional melalui optimalisasi lahan yang tersedia.

BACA JUGA:Rudy Susmanto Dorong Bomang Jadi Sentra Ekonomi Baru Berbasis Pertanian Terintegrasi

Mentan Amran menegaskan bahwa lahan yang disiapkan merupakan rawa mineral, bukan lahan gambut. Penjelasan tersebut sekaligus menegaskan arah pengembangan pertanian yang mengutamakan pemanfaatan potensi lahan tanpa harus mengorbankan kawasan hutan primer.

“Jadi, kita tidak akan membuka hutan primer untuk produksi pangan kita selanjutnya. Kita tidak perlu membuka hutan primer?” ujar Presiden Prabowo saat menanggapi pemaparan tersebut.

Mentan Amran menyatakan kesiapannya menjalankan arahan Presiden. Presiden kemudian merespons dengan menyampaikan, “Bagus.”

Arahan Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa peningkatan produksi pangan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah mendorong pemanfaatan lahan potensial secara terencana agar kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi tanpa membuka hutan primer.

Selain memaparkan rencana perluasan lahan, Mentan Amran juga melaporkan capaian sektor pertanian selama dua tahun pemerintahan. Ia menyebut kenaikan ekspor sebesar Rp166 triliun dan penurunan impor sebesar Rp41 triliun, yang menurutnya menghasilkan nilai tambah sekitar Rp208 triliun bagi sektor pertanian.

“Totalnya Rp208 triliun itu nilai tambah yang didapatkan petani karena harga pupuk turun 20 persen, HPP dinaikkan oleh Bapak Presiden,” kata Mentan Amran.

BACA JUGA:Rudy Susmanto Siapkan Lahan Bojonggede-Kemang Jadi Kawasan Pertanian Terintegrasi

Menurutnya, kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi dan peningkatan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat pendapatan petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Melalui optimalisasi lahan rawa mineral, penguatan produksi komoditas strategis, dan kebijakan yang berpihak kepada petani, Kementan terus mendorong peningkatan kapasitas pangan nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari kerja nyata pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan sekaligus memastikan pengembangan pertanian tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Sumber: