Kebakaran TPA Galuga Meluas 7,1 Hektare, Bupati Bogor : Api Masih Tersembunyi di Balik Asap

Kebakaran TPA Galuga Meluas 7,1 Hektare, Bupati Bogor : Api Masih Tersembunyi di Balik Asap

Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor meluas hingga 7,1 hektar.-Sandika Fadilah Rusdani-

BOGOR, DISWAY.ID - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor meluas hingga 7,1 hektar.

Meski kobaran api sudah tak terlihat, bara masih ditemukan di balik asap yang mengepul dari gunungan sampah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, penanganan kebakaran di wilayah Kabupaten Bogor sudah dinyatakan padam. 

BACA JUGA:Pasca Kebakaran Operasional TPA Galuga Kembali Normal, Armada Truk Sampah Diatur

Namun, proses pendinginan masih dilakukan karena potensi bara api kembali menyala masih ada.

“Walaupun sudah tidak terlihat api, asap tidak terlalu banyak, tapi potensi api masih bisa muncul, maka pendinginan masih kita lakukan,” ujarnya Jumat (11/9).

Diketahui luas area yang terdampak kebakaran terus bertambah. Awalnya sekitar 1,7 hektare, kemudian meningkat menjadi 5 hektare dan kini mencapai sekitar 7,1 hektare termasuk wilayah Kota Bogor.

Rudy menjelaskan, sulitnya pemadaman disebabkan tumpukan sampah yang telah menggunung selama puluhan tahun. Tingginya bahkan lebih dari 10 meter dan membuat bara api bisa terkunci di bagian dalam.

“Di dalam asap itu ternyata memang masih ada api, kita bongkar satu per satu, lalu kita dinginkan bersama-sama,” jelasnya. 

BACA JUGA:Kebakaran TPA Galuga, 25 Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api

Petugas harus membongkar gunungan sampah yang mengeluarkan asap untuk menemukan titik bara. Setelah dibongkar, area tersebut langsung disemprot dan didinginkan sebelum kembali ditutup menggunakan sampah.

Kebakaran di lahan sekitar TPA Galuga pertama kali terjadi pada Senin (7/9/2026) sore. Empat hari berlalu, petugas masih berjibaku memastikan tidak ada bara yang tersisa di balik gunungan sampah.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat penanganan tidak bisa dilakukan hanya dengan menyiram bagian permukaan. Bara yang berada di dalam tumpukan harus dibongkar agar bisa didinginkan.

“Kalau tidak dipecahkan, ditunggu satu, dua, tiga hari tidak akan pernah mereda apinya,” katanya. 

Sumber: