Pacu Jantung Tanpa Kabel Jadi Opsi Baru Pasien Aritmia, Risiko Komplikasi Bisa Lebih Rendah

Pacu Jantung Tanpa Kabel Jadi Opsi Baru Pasien Aritmia, Risiko Komplikasi Bisa Lebih Rendah

Teknologi leadless pacemaker atau alat pacu jantung tanpa kabel menawarkan alternatif penanganan bagi pasien aritmia yang membutuhkan permanent pacemaker (PPM).--istimewa

BOGOR, DISWAY.ID — Teknologi leadless pacemaker atau alat pacu jantung tanpa kabel menawarkan alternatif penanganan bagi pasien aritmia yang membutuhkan permanent pacemaker (PPM).

Terutama mereka yang memiliki risiko tertentu seperti infeksi tinggi, gangguan akses pembuluh darah, atau menjalani hemodialisis.

Berbeda dengan alat pacu jantung konvensional yang menggunakan perangkat di bawah kulit dada dan kabel (lead) menuju jantung, leadless pacemaker ditempatkan langsung di dalam jantung melalui kateter yang dimasukkan dari pembuluh darah vena di pangkal paha.

BACA JUGA:Bosan Rutinitas Kantor? Ini Alasan Psikologis & Ekonomi Tren Berkebun Anak Muda

Teknologi tersebut menjadi salah satu layanan yang dikembangkan melalui layanan kardiovaskular dan Arrhythmia Center. 

Rumah sakit tersebut menyebut telah melakukan prosedur leadless pacemaker pada tujuh pasien sejak 2022.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Budi Ario Tejo, mengatakan pemilihan alat pacu jantung harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

“Pemilihan PPM ditentukan oleh jenis gangguan irama, kebutuhan pemacuan, fungsi jantung, kondisi pembuluh darah, risiko infeksi, serta keadaan klinis pasien,” ujar Budi, Jumat (4/9).

Menurut Budi, leadless pacemaker dapat dipertimbangkan pada pasien yang membutuhkan PPM dengan kriteria tertentu, salah satunya pasien aritmia yang mengalami gangguan pembuluh darah.

BACA JUGA:Foto Tangan Tanpa Wajah? Kenali Tren Soft Launching Hubungan dan Alasan Psikologis di Baliknya

Pada pasien dengan aritmia tertentu, jantung dapat berdetak terlalu lambat atau mengalami jeda (pause). 

Kondisi tersebut dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak serta organ vital sehingga menimbulkan keluhan seperti mudah lelah, pusing, sesak, hampir pingsan, hingga kehilangan kesadaran.

“Pada pasien aritmia, jantung membutuhkan impuls listrik ringan untuk menjaga detak jantung tetap stabil dan tidak terlalu lambat. Cara pasang leadless pacemaker adalah dengan ditempatkan langsung di dalam jantung tanpa kantong alat di dada dan tanpa lead transvena,”ucapnya.

Salah satu perbedaan utama leadless pacemaker dengan pacemaker konvensional terletak pada desain dan metode pemasangannya. 

Sumber: