Dedie Rachim Genjot Creative Financing, Pemkot Bogor Kurangi Ketergantungan pada APBD

Dedie Rachim Genjot Creative Financing, Pemkot Bogor Kurangi Ketergantungan pada APBD

Pemkot Bogor terus mendorong penerapan creative financing atau pembiayaan kreatif sebagai strategi mempercepat pembangunan.--Dok. Pemkot Bogor

BOGOR, DISWAY.ID - Pemkot Bogor terus mendorong penerapan creative financing atau pembiayaan kreatif sebagai strategi mempercepat pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menghadiri Forum Konsultasi Publik dan Dialog Kemitraan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat III di Kota Bogor, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Dedie, salah satu implementasi pembiayaan kreatif yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028.

"Salah satunya dalam pengelolaan sampah. Kota Bogor akan memiliki instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik pada awal tahun 2028. Tinggal bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam retribusi persampahan yang benar," ujar Dedie.

Dedie menjelaskan, berbagai inovasi pembiayaan yang dilakukan Pemkot Bogor bertujuan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.

BACA JUGA:Dedie Rachim Siapkan Penataan Jalan Paledang, Mayor Oking, dan MA Salmun Jadi Lebih Ramah Pejalan Kaki

Ia berharap Kota Bogor terus berkembang sebagai green city yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil kerja para pendahulu. Apa yang kita lakukan sekarang akan dirasakan oleh generasi yang akan datang. Itu yang harus terus kita perjuangkan," katanya.

DJP Buka Ruang Dialog dengan Wajib Pajak

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJP Jawa Barat III, Romadhaniah, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi antara otoritas pajak, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Menurutnya, berbagai masukan dari wajib pajak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan.

BACA JUGA:Dedie Rachim Luncurkan Mahasiswa Mengajar, Solusi Atasi Kekurangan 650 Guru di Kota Bogor

"Kami ingin mendengar langsung berbagai masukan dari masyarakat. Dari situlah kami bisa terus melakukan evaluasi dan memperbaiki pelayanan," ujarnya.

Ia berharap forum tersebut mampu memperkuat kemitraan dan membangun komunikasi yang lebih baik antara DJP, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kota Bogor Raih Apresiasi Kemendagri

Dedie juga mengungkapkan bahwa Kota Bogor sebelumnya memperoleh apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai salah satu daerah terbaik dalam kategori creative financing pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Sumber:

Berita Terkait